TEKNIK SIPIL UNNES SIAP SUKSES

Rabu, 27 Maret 2013

Transportasi Internal Unnes jalan kaki atau bersepeda yuk ?



Ini saat yang tepat bagi UNNES untuk mempelopori dan sekaligus sebagai model dalam membangun kawasan yang berorientasi pembangunan berkelanjutan berwawasan berkelanjutan sesuai kaidah konservasi.
Kebijakan Universitas Negeri semarang menerapkan Universitas Konservasi merupakan kebijakan yang tepat , tidak saja sejalan dengan kebijakan kota Semarang dan Provinsi  Jawa Tengah , tetapi juga sejalan dengan dengan kebijakan nasional serta strategi pelestarian Dunia. Hal ini dimungkinkan karena UNNES memiliki kekuatan dalam program-program , tentang pengelolaan lingkungan hidup, yang sudah dijalankan. Dengan demikian kehadiran Unnes di Desa Sekaran diharapkan dapat menata kembali ekosistem sehingga berfungsi kembali sebagaimana mestinya.
Ada dua kanekaragaman hayati yang ada di UNNES (spesies dan ekosistem) yang unik. Keanekaragaman spesies baik tumbuhan dan hewan diketahui amat beragam. Spesies atau jenis tumbuhan yang ada di sekitar  kampus UNNES Sekaran Tidak kurang dari 10.000 pohon meliputi 50 jenis. Sejumlah 15.000 pohon dari 39 jenis ada di Taman Kehati UNNES> Satwa yang telah di investasikan meliputi jenis kupu (43), burung (43). Dari jenis kupu dan burung yang dijumpai beberapa diantaranya sudah di lindungi.


Langkah-langkah yang dilakukan pun terlihat jelas, mulai dari penanaman seribu pohon, peringatan hari bumi, membangun kebun keanekaragaman hayati, mengeluarkan kebijakan-kebijakan hayati, sampai kepada deklarasi Unnes sebagai Universitas Konservasi secara langsung oleh menteri Pendidikan Nasional RI. Memang hal yang membanggakan di tengah minimnya rasa kepercayaan diri mahasiswa terhadap almamaternya. Unnes tampak lebih cantik dan menawan.

Tapi di sisi lain, kebijakan-kebijakan konservasi masih setengah hatidilakukan. Fisik seringkali menipu. Begitulah mungkin yang bisa dikatakan dengan Universitas Konservasi ini. Kita ambil salah satu contoh mengenai KEBIJAKAN BERSEPEDA ATAU JALAN KAKI di Unnes. Banyak yang menentang kebijakan tersebut karena kurang efektif jika di bilang tidak boleh ada kendaraan yang boleh masuk di kampus Unnes selama jam kerja selain sepeda dan Bis kampus apakah benar? ternyata tidak juga banyak mobil-mobil yang melintas disekitar itu entah atas dasar pejabat tinggi Unnes atau lainnya. Kemudian dalam prakteknya mengenai jalan kaki dan bersepeda. Mahasiswa dan dosen jarang sekali jalan kaki dan bersepeda di lingkup kampus Unnes. Sepeda yang bisa di pinjam di setiap Fakultas tidak layak pakai. bagaimana bisa melaksanakan? dan jika jalan kaki dari parkiran GSG (Gedung Serba Guna) ke FT (Fakultas Teknik) tidak terbayangan bagaimana jauhnya perjalanan yang harus di tempuh, apalagi saya sebagai mahasiswa merasa lelah dengan hal itu apalagi ditambah di setiap trotoar jarang pohon yang menutupi menyebabkan panas yang begitu menyengat. Kemudian tata lahan parkir yang semrawut. jika dikatakan di kampus Unnes tidak boleh ada motor, nyatanya parkiranpun masih saja didalam kampus melalui parkiran yang sama tetapi antar fakultas dijadikan satu. Ini suatu kebijakan yang harus dikaji ulang.

            
·         Dampak Positif
Mengurangi jumlah polusi
Mengurangi penggunaan bahan bakar  minyak
Kesehatan semakin meningkat


·         Dampak Negatif
Capek
Menunggu Bis yang lama
Banyak ditentang
melaksanakan kegiatan tidak dipkir jangka panjang
banyak membuang waktu

Saran :  Sebaiknya  tata lahan diperbaiki seperti tata kelola parkir lahan dan lainnya.
Jika dibilang konservasi  parkiran kenapa tidak dikelola dengan baik? Bersepeda atau jalan kaki? Apakah sudah ada yang melakukan? Jawabannya TIDAK
Jika memakai sepeda mau pinjam tetapi tidak layak pakai bagaimana?. Sangat-sangat tidak layak dan tidak sejalan dengan kaidah konservasi yang dicanangkan. jika diadakan survei terhadap para mahasiswa pasti mereka menentang ini semua karena sarana dan prasarana yang belum siap. so, jika ingin banyak di dukung perbaiki semuanya terlebih dahulu demi kemajuan bangsa.







0 komentar:

Poskan Komentar